Hallo teman-teman. Disini aku bakal ngasih tau kalian tentang quotes dari novel Hello Salma. Alias novel sequelnya Dear Nathan. Pembuatnya hmm... kak Erisca Febriani
Dan ini adalah beberapa kata-kata yang menurut aku buagusss banget... ehee...
Okee, cekidot...
"Pokoknya cinta itu membebaskan, bukan mengekang, apalagi menguasai." —Nathan.
"Dikepala saya ada kamu terus. Tapi nggak apa-apa, kamu tetap di sana aja. Jangan kemana-mana. Temani saya, ya." —Nathan.
"Kata putus sedemikian gampangnya keluar dari mulut kamu? Saya udah berjuang lama buat dapetin kamu. Emang, saya yang terus berjuang, tapi yang diperjuangin juga jangan seenaknya." —Nathan.
"Kalau sudah menyangkut urusan hati dan cinta, setiap manusia memiliki perspektif dan pemikiran yang berbeda-beda. Ada pembatas transparan yang sulit untuk ditembus, digapai, atau dihancurkan." —Hello Salma!
"Menulis adalah caranya menuangkan emosi dan ekspresi. Dia bukan seseorang yang pintar dalam bersuara, maka tulisan adalah cara paling bijaksana menuangkan perasaan." —Hello Salma!
"Salah satu cara untuk menerima hari-hari setelah perpisahan adalah berusaha terbiasa." —Hello Salma!
"Percaya atau tidak, kenakalan itu menular seperti virus yang harus dijinakkan." —Hello Salma!
"Menulis adalah obat. Obat sakit hati, obat dari segala macam penyakit. Kalau pikirannya berat, hatinya sesak oleh berbagai macam emosi yang ingin dikeluarkan maka pelariannya adalah dengan menulis." —Hello Salma!
"Hening yang menunjukkan ada luka-luka tak terbaca, tak terjamah oleh pandangan manusia, tetapi bisa dirasa apabila seseorang menjadi peka." —Hello Salma!
"Gadis itu tidak menyukai keramaian. Jika ada dua pilihan, berada di sebuah tempat yang ramai dan penuh permen manis, atau berada sendirian di tengah hutan, dia memilih opsi kedua. Sendirian itu menyenangkan, dia bisa menemukan kedamaian dalam keheningan. Akan tetapi, sikapnya yang seperti ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan sikapnya dulu." —Hello Salma!
"Gue simpen. Lo nggak boleh nyakitin diri lo sendiri. Lo harus belajar mencintai tubuh lo, sebagaimana tubuh yang menjaga lo supaya tetap bertahan hidup sampai sekarang, yang selalu menjaga supaya lo tetap bernapas sewaktu lo tidur nyeyak, yang selalu punya cara tersendiri untuk sembuh tiap kali lo buat baretan di tangan." —Nathan.
"Karena hidup sesungguhnya adalah perjuangan!" —Hello Salma!
"Hidup akan terasa lebih bebas apabila ditertawakan." —Hello Salma!
"Otak manusia biasanya bisa bekerja lebih kreatif dalam keadaan terpepet." —Hello Salma!
"Sama kayak titik koma, seseorang merasa kalau hidupnya udah berakhir padahal kenyataannya nggak, hidupnya masih berlanjut." —Rebecca.
"Mereka butuh pertolongan, tapi mereka sendirian karena stigma kalau mereka itu aneh, gila, dan akhirnya dijauhi. Padahal mereka itu sedang bergulat sama diri sendiri." —Rebecca.
"Salah satu cara untuk melekatkan identitas untuk menanggalkan bekas sederhana dan menjadi kenangan lucu beberapa tahun kedepan. Asalkan masih dalam batas wajar, tidak melakukan konvoi yang membuat jalanan macet atau mencoret-coret fasilitas sekolah." —Hello Salma!
"Walau mereka tidak bersama, setidaknya keduanya pernah berada dalam satu momen yang sama." —Hello Salma!
"Tak heran, perempuan terlihat paling tersakiti sewaktu patah hati, karena mereka bisa menangis kapan pun tanpa dianggap lemah." —Hello Salma!
"Baru kali itu dia merasa begitu tidak berguna. Baru kali itu dia merasa seperti manusia tersial di dunia. Baru kali itu dia merasa menjadi beban kedua orang tuanya. Baru kali itu dia merasa bahwa selama ini dia hidup tidak ada artinya." —Hello Salma!
"Kalau kamu berpikir hidupmu tidak berguna, itu adalah racun." —Hello Salma!
"Menjalani fase anak-anak adalah fase paling menyenangkan." —Hello Salma!
"Kehidupan di fase anak-anak adalah masa paling terbaik, karena tidak ada beban. Tidak ada yang dipendam sendirian." —Hello Salma!
"Manusia memang makhluk dinamis yang akan selalu hidup, bergerak, tumbuh, dan berubah-ubah." —Hello Salma!
Udah ya, segitu aja dulu... sampai jumpa dilain waktu teman-teman. See you...
Jangan lupa beli buku Dear Nathan, Hello Salma, dan Thank You Salma karya kak Erisca Febriani yaaa...!